Polling Pilkada Sumbar 2020

Senin, 27 April 2020

Belasan Ibu-Ibu di Rohul Diduga Jadi Korban Tipu Daya Bunga dan Fee Uang Hingga Rp 1 M Lebih, Mereka Pun Akan Bawa di Polisi.

ilustrasi
ROKAN HULU(SP) - Belasan Ibu- ibu warga Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, diduga menjadi korban tipu daya hingga mencapai Rp 1 Miliar lebih atas  iming-iming dari dua wanita diduga pelaku minjam uang dengan untung besar berbagi persen dan fee dan alasan ada juga alasan proyek.

Bahkan permasalahan uang ibu-ibu yang sudah didapat dua wanita berinisial L yang biasa di panggil M.E dan A itu, sempat mereka  bawa di Pos Penerimaan Laporan
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Rihul dijalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian, setelah dari mediasi di Pemerintah Desa Suka Maju tidak ada hasil penyelesaian.

Namun sayangnya laporan dari ibu-ibu itu juga  belum diterima resmi, sepetinya karena terkait utang, namun mereka ibu-ibu sudah ditanyakan satu-persatu secara lisan, kata mereka, dari Ka SPKT Polres Rohul hari ini Selasa tanggal 28 April untuk mereka kembali ibu-ibu melaporkan dengan tidak ramai-ramai karena situasi Covid-19.

Dari pengakuan belasan ibu-ibu yang jadi korban itu, mereka seperti terhipnotis, setiap L alias M E datang minjam uang modal atas ia Iming-Iming keuntungan dalam.hal ini "bunga dan Fee proyek" kepada mereka yang ada uang yang dipinjamkan kedua pelaku ada sejak bulan September tahun tahun  2019 lalu. Bahkan mereka tuding ada dugaan pihak lain yang bersengkokol pada uang mereka itu.

Namun saat ditanya wartawan ini, apa nama usaha atau bisnis nya kedua diduga pelaku itu?  Namun sayangnya ibu itu, tak mengetahui uang tersebut di jadikan untuk modal apa. Hanya untuk dijalankan dan ada juga untuk proyek.

"Kami juga tidak tahu bagai mana caranya  ia memutar - mutar uang itu, kalau dihitung semua lebih dari Rp 1 miliar uang kami kepada mereka berdua, hingga hari ini tak ada lagi dibayar dan Mediasi di Pemdes Suka Maju juga tak ada penyelesaian, kami bawa mereka langsung untuk ditangani di peegak hukum juga belum ada ditanggapi, mudah-mudahan hari ini laporan kami bisa diterima," kata Ibu-ibu itu yang juga enggan menyebut nama mereka kepada awak media ini satu persatu. Tapi  kalau dari data dikutip yang dikumpulkan Pemdes Suka Maju mereka ada korban 15 orang.

Beber ibu-ibu itu lagi, dari awal A alias M.E datang untuk minjam pakai uang mereka untuk modalnya itu, contoh dari Rp 20 juta, bunga dan fee dibagi, ada kepada L alias  M E ada untuk A dan ada juga untuk mereka yang punya uang.

Tapi awalnya L jujur, Fee pertama , kedua dan ketiga diserahkannya, namun ia minta penanambahan modal lagi, dan seperti itu terus belum lunas modal awal, nambah pimjam dan pinjam lagi, alasan ada yang memakai, sehingga uang itu  mereka ibu-ibu itu mencapai, dari bernisial MW Rp 22. 500.000, dari R  Rp 17.450.000, dari MD Rp 60.000.000, dari MR Rp 169. 720.000, dari MD Rp 44. 300.000.

Dari ML Rp 161.700.000, dari RP 329.240.000 tambah 89.400.000, dari J Rp 65.0000.000 tambah 33.000.0000, dari BMS Rp 109.000.000, dari FF Rp 162.000.000, dari MM 200.000.000, dari RM Rp 32.000.000 dari BM Rp 50.000.000, dari BM Rp 35.000.000 dan dari M Rp 175.000.000.

"Uang ini sebagian sudah mulai di cicil dari kedua diduga pelaku, namun sebulan terakhir ini bermasalah, kedua pelaku sepertinya tak bertanggung jawab, dengan berbagai alasan, sehingga kami bawa ke Pemdes Suka Maju dan kami Laporkan secara resmi di Polres Rokan Hulu," kata mereka ibu-ibu tersebut.

Sebelumnya para ibu-ibu korban dugaan penipuan menyebut, sebelum terjadi transaksi uang kepada pelaku. L alias ME sempat dibawa kemereka makanan daging ayam. Makanan yang disuguhkan L alas ME untuk mereka makan, dari situ para korban merasa terhipnotis.

"Ada sebelum dan sesudah pakai uang kami pelaku L alias ME datang ke rumah kami bawa makanan daging ayam. Kami tak ada curiga orang sudah lama kenal. Setelah itu di mintai duit kami  masing-masing diwaktu yang berbeda-beda, kami  kasi dulu yang ada, tapi besok-besoknya, L alis M.E bisa saja dia tau ada juga uang kami di bank bila ia minta penambahan uang pinjam untuk modal lagi, sehingga bukti dari kami ada transfer bank atas nama suami L alias ME itu," ujar ibu-ibu ini membeberkan. (Fah/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar