Polling Pilkada Sumbar 2020

Rabu, 29 April 2020

MIRIS, SEORANG DIREKTUR PASCASARJANA STIE-BANGKINANG DITERLANTARKAN

Bangkinang (SP)- Mungkin pepatah "Habis Manis Sepah Dibuang" sangat cocok dengan nasib yang menimpa salah Seorang  Direktur Pasca Sarjana di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Kota Bangkinang.

Dia adalah Dr. Muhammad Yusril, M.Sc, pria kelahiran Terusan, 25-11-1957 ini  kini telah diterlantarkan oleh Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Kampar (YLPK) setelah kampus yang bernama Program Pasca Sarjana STIE-Bangkinang  berdiri dan memiliki  mahasiswa.

Cerita berawal dari pendirian program pasca sarjana STIE Bangkinang yang dinaungi Yayasan Lembaga Pendidikan Kampar (YLPK) dan yang menjadi Ketua Drs.H.Zulher, M.S.

Pada tanggal 15 Mei 2018,  Dr. Muhammad Yusril, M.Sc ditelpon oleh seseorang yang bernama Tarmizi yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara meminta untuk membantu saudaranya mendirikan Pascasarjana di STIE-Bangkinang. Dengan berbagai pembicaraan akhirnya  Muhammad Yusril bersedia membantu dan berjumpa dengan  ketua YLPK.

"Waktu itu saya kedatangan Telepon dari sahabat saya Prof. Dr.H.B. Tarmizi, M.S. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara) untuk minta saya agar membantu saudaranya untuk mendirikan Pascasarjana di STIE-Bangkinang.  Dam saya menjawab Insha Allah saya bisa bantu asal Pihak STIE Bangkinang bersedia membuat perjanjian kerja yang jelas" ungkap Muhammad Yusril.

Seiring perjalanan waktu, setelah adanya pertemuan dan kesepakatan kedua belah pihak. Muhammad Yusril  pada tangga 1 Oktober 2018  menerima SK Direktur Pascasarjana Nomor: 091/Kpts/002/X/2018/056 tentang Pengangkatan Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang, periode 2018-2023.

Sejak itulah Muhammad Yusril mulai bekerja menyusun draf awal borang pendirian program pasca sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang  dengan berbagai kendala namun akhirnya izin  pasca sarjana tersebut tersebut akhirnya keluar dengan SK MENTERI TENTANG IJIN PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN STIE-BANGKINANG TERBIT DENGAN NOMOR: 943/KPT/I/2019 TANGGAL 10-10-2019.

" Pengajuan izin itu tidak mudah tiga kali kita mengajukannya akhirnya pengajuan yang ketiga Hasil Evaluasi tanggal 11 September menunjukkan bahwa “Dokumen Borang Terintegrasi”, dan 12 September 2019 boleh Proses Lanjut, kemudian “Usulan direkomendasi dan Memenuhi Syarat” pada tanggal 26 September 2019." Katanya.

Ternyata pekerjaan sang Direktur tidak sampai disitu saja. Setelah izin keluar Ia bersama tim harus bekerja keras kembali untuk penerimaan mahasiswa baru. Disinilah sang Direktur mulai tak dihargai oleh ketua YLPK.

Target Awal dalam pengajuan proposal pendirian Pascasarjana ke YLPK pada tanggal 29 Juni 2018 dinyatakan bahwa target penerimaan mahasiswa S2 periode 2019/20 (Semester Ganjil) adalah 40 orang dan ternyata mahasiswa yang diterima sebanyak 70 orang, berarti efektivitas pencapaian target 175 persen. Artinya, penerimaan mahasiswa periode ini melampaui 75 persen dari target. Namun, hal ini dalam rapat Yayasan, STIE, dan Pascasarjana 09 Januari 2020 pukul 08:30 Ketua Pembina YLPK sekaligus ketua STIE (dengan emosi) menuding penerimaan mahasiswa belum mencapai Target.

" saya tidak tahu target yang mana ?. Direktur Pascasarjana dipersalahkan dalam hal tidak minta ijin ke lapangan, uang transport berlebihan, terlalu lama di lapangan, malah Bapak Drs. Zamhir Basem menuding sudah menggunakan uang Pascasarjana seenaknya. (ini terkesan tendesius). Seolah-olah saya sangat tidak berakhlak dalam mengelola Pascasarjana. Perlu diingat" katanya lirih.

Penderitaan Direktur Pascasarjana semakin hari semakin berlanjut diantaranya :  Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Kampar (YLPK) dan Ketua STIE Bangkinang dengan tidak membayarkan kontrak tempat tinggal atau Posko Pendirian Pascasarjana di Jl. Nusa Indah, Pasar Bawah, Bangkinang Kota dan tidak membayarkan Tunjangan Jabatan pada hal Pascasarjana telah menerima mahasiwa baru.

" sesuai Perjanjian Kerja antara YLPK dengan MY (Akta No: 05 tanggal 24 Juli 2018), selama pendirian dan pengelolaan  Pascasarjana STIE-Bangkinang, saya akan diberi Gaji dan Tunjangan Jabatan, Akomodasi , dan kenderaan jabatan direktur.  Namun, Gaji dan Tunjangan Jabatan hanya dibayar untuk Oktober 2018-Februari 2020, setelah itu (mulai bulan Maret 2019) yang dibayarkan hanya Gaji Pokok Dosen Tetap, sedang Tunjangan Jabatan tidak dibayarkan". Ungkapnya lagi

Pada hal  hingga saat ini secara “deyure” dan “defacto” masih menjabat sebagai Direktur Pascasarjana. Sebagai Direktur tidak menuntut tempat tinggal yang mewah, cuma minta Ruko sewa Rp.6,5 juta per tahun asalkan dekat dengan Masjid, itupun belum dilanjutkan oleh YLPK.

Dengan demikian, secara sengaja “wan prestasi” sudah mulai dilakukan oleh Ketua YLPK dan Ketua STIE-Bangkinang . Muhammad Yusri tentunya sebagai pendiri dan pejuang pendirian pasca sarjana STIE-Bangkinang tidak tinggal diam dengan berbagai derita yang dialaminya. Nantikan kisahnya diberuta selanjutnya...   . (Ountuo daus)


0 komentar:

Posting Komentar