Polling Pilkada Sumbar 2020

Selasa, 28 April 2020

Positif Corona Di Sumatera Barat Bertambah, Kabupaten Sijunjung Masih Nol Posotif

Sijunjung (SP) - Pasien positif akibat corona virus disease (Covid-19) kini terus bertambah di Provinsi Sumatera Barat. Dari 121 orang pada Senin 27 April 2020, saat ini Selasa 28 April 202 menjadi 144 orang.

Namun, di Kabupaten Sijunjung hingga senin 27 April 2020 kemaren masyarakatnya belum ada yang dilaporkan positif akibat virus corona.

Meskipun demikian perkembangan situasi terkini di Ranah Lansek Manih, seluruh petugas kesehatan baik itu, puskesmas maupun rumah sakit umum daerah agar tetap siaga. Warga tidak usa panik dan tetap mengikuti anjuran pemerintah.

Hal itu ditegaskan Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin didampingi Sekdakab, Zefnihan, serta beberapa kepala OPD terkait pada saat jumpa pers di Balairung Lansek Manih Kantor Bupati Setempat, Senin (27/4) lalu.

Disebutkan Yuswir, berdasarkan data yang masuk, sampai sekarang korban yang dinyatakan positif dalam kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih nol (0). Sementara total ODP dan PDP telah mencapai 5.099 orang.

Untuk itu, diminta kepada seluruh skateholder bersama masyarakat agar tetap solid menjaga situasi saat ini.

“Batasi akses sosial sampai kondisi nanti dinyatakan stabil. Bila ada orang baru datang dari luar, harus mengikuti proses karantina selama 14 hari, guna memutus matarantai penularan Covid-19,” jelasnya.

Kemudian dikatakannya, penularan virus Corona saat ini memang sangat mengkhawatirkan, namun rasa kecemasan jangan sampai berlebihan.

“Semuanya dapat diantisipasi dengan cara membatasi akses sosial, serta perbanyak berdiam di rumah jika tidak ada urusan penting,” tuturnya.

Seiring dengan diberlakukannya status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terhitung sejak 22 April lalu hingga 5 Mei mendatang.

“Bagi petani yang hendak ke ladang, ke sawah, seyogyanya tetap dapat dilakukan. Karena itu justru penting guna membiayai kebutuhan hidup keluarga. Cuma saja akses sosial seperti biasa perlu dibatasi,” pungkasnya.

Selain itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Zefnihan menyebutkan terkait program pendistribusian bantuan bagi warga terdampak wabah virus Corona. Semenjak diberlakukannya lock down, berlanjut ke PSBB, membuat ekonomi masyarakat mengalami penurunan.

Oleh sebab itu, pihak pemerintah telah merencanakan program pemberian bantuan.

Dikatakannya, sesuai data jumlah keseluruhan diluar masyarakat PKH, mencapai 13.000 KK. Sehingga, total masyarakat yang masuk kategori layak menerima bantuan dalam musibah Covid-19 saat ini mencapai 23.214 KK.

“Pemkab Sijunjung sendiri juga telah mengalokasikan anggaran APBD sekitar Rp22 milliar untuk menghadapi wabah ini, namun sifatnya berupa dana cadangan,” pungkasnya.(Dicko)

0 komentar:

Posting Komentar