Polling Pilkada Sumbar 2020

Senin, 04 Mei 2020

Anggaran Penanganan Covid-19 Di Sijunjung, Ini Kata Kepala BKAD Setempat

Sijunjung (SP) - Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 Tanggal 2 April 2020, Pemerintah Kabupaten Sijunjung bergerak cepat melakukan refocusing anggaran dan perubahan alokasi anggaran melalui optimalisasi penggunaan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan penyediaan jaringan pengamanan sosial sebagai langkah penanggulangan dan penanganan pandemi Covid-19.

Saat di konfirmasi MC Sijunjung, Senin (4/5),  Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Endi Nazir mengatakan, seluruh Kabupaten/ Kota dituntut bergerak cepat melakukan refocusing karena harus menyerahkan laporan hasil penyesuaian APBD yang dilakukan paling lambat dua minggu setelah instruksi tersebut dikeluarkan.

“Jika kita tidak segera menyampaikan laporan penyesuaian APBD akan berakibat pada penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil”, ujar Nazir.

“Dikejar waktu, kita tetap melakukan refocusing sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ Nomor 177/KMK.07/2020 tanggal 9 April 2020, sehingga setelah digodok, perubahan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD 2020 telah dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan pada 23 April 2020 dan disampaikan kepada Pimpinan DPRD pada tanggal 27 April 2020,” lanjutnya.

Endi Nazir menjelaskan refocusing yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan dintaranya senilai Rp. 2.137.929.713 untuk peningkatan peralatan fasilitas kesehatan, Rp. 201.505.168 untuk pengadaan alat kesehatan pada ruang isolasi.

Untuk anggaran non DAK Pemkab Sijunjung melakukan pemangkasan belanja pegawai 5,66%, belanja barang dan jasa 23,63% dan belanja modal 46,50%. Pada 7 April 2020 telah terkumpul anggaran senilai Rp. 48.658.571.715. Sampai 23 April 2020 dana refocusing telah dialokasikan untuk penanganan Covid-19 senilai Rp. 53.282.214.490 dengan alokasi Rp. 13.377.901.772 pada penanganan kesehatan, Rp. 29.902.083.771 pada penanggulangan dampak ekonomi dan Rp. 10.002.228.947 pada jaringan pengamanan sosial.

Selain dana yang bersumber dari Biaya Tidak Terduga, juga dialokasikan Rp.1000.000.000 untuk penguatan dampak ekonomi bagi UKM yang terdampak Covid-19.

Sementar itu, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin dikesempatan yang sama menyatakan dalam penanganan Covid-19 ini kekurangan peralatan fasilitas kesehatan seperti Masker, APD, ruangan karantina pasien dan tim medis, terbatasnya pos penanggulangan, pengadaan disinfektan, dan biaya operasional dan sosialisasi.

“ Dari refocusing ini kita bisa mengalokasikan anggaran untuk melengkapi peralatan fasilitas kesehatan dan memberikan stimulus kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui bantuan sosial,” kata Bupati.

“Refocusing anggaran dan pengeluaran yang kita lakukan sangat jelas. Setelah Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD 2020 selesai, kita segera laporkan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri dan kita sampaikan ke Pimpinan DPRD. Sesuai mekanisme.”, pungkas Bupati.(Dicko/Rls)

0 komentar:

Posting Komentar