Polling Pilkada Sumbar 2020

Kamis, 14 Mei 2020

Terkait HGU Perkebunan Sawit, Ini Surat Terbuka Kepada Bupati Rokan Hulu

ROKAN HULU(SP)- Kepada; yang terhormat, Bapak Bupati Rokan Hulu, Surat Terbuka ini ditulis Alirman yang bergelar Panglimo Sakti pada Pengurusan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu.

Dengan hormat,
Dalam menyikapi Pandemi wabah Corona untuk di ingat tidak seharus nya kita menutup mata sehingga permasalahan di daerah terlupakan, sehinga mengabaikan kepentingan Masyarakat Rokan Hulu semakin meresah kan Ekonomi,

Sementara para mafia perkebunan bisa seenak dengan status yang ilegal dan di lekapi degan PKS 60 ton per jam sapai 90 ton per jam yang bersekala besar menguras kekayaan di daerah ini tanpa ada kependlian atas penderitan masyarakat Rokan Hulu ksusnya dan Negara pada umum nya yang sedang di hadapi,

Contoh PT, Subur Arum Makmur, yang menguasai tanah seluas 12 ribu hektar lebih kurang, PT.SAMS, PT, Rokan Blok, PT.DEWI GRUP, DLL, yang jumlah nya 58 ribu hektar di Kabupaten Rokan Hulu.

Pemerintah seharusnya besikap lebih tegas terhadap kegiatan nya yang sagat merugi kan negara pada umum nya dan daerah yang Bapak pimpin pada khusus nya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat  alang kah lebih baik nya berkeadilan di tutup saja aktifitas perusahaan itu dari pada membatasi usaha masyarakat yang hanya mecari sesuap nasi untuk menyambung hidup.

"Apabila hal itu di abai kan maka akan menimbul kan Fitnah terhadap pihak PEMDA yang akan merugi kan kita semua, untuk kebersaman memajukan Rokan Hulu, berharap ketegasan dan kami siap bersama Bapak Bupati,
Wasallam," tulis Alirman dalam surat terbuka di akun Facebook nya dikutip media ini, Kamis, (14/5/2020)

Tambah Alirman lagi melalui seluler nya, ada beberapa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Rokan Hulu hanya mengantongi Izin Usaha Perkebunan, tak miliki Hak Guna Usaha (HGU) sudah beroperasi, bahkan sudah produsi dengan mendapatkan untung besar.

"Pemkab Rokan Hulu disini harus tegas, jangan hanya mereka pemilik Perkebunan Sawit itu yang menikmati keuntungan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu tak dapat apa-apa dan masyarakat hanya jadi penonton saja," pungkasnya.

Surat terbuka ini pun sudah di like 54 dikomentari 30 lebih, diantaranya, Tulis Abdamri, Kalau pendapek aku eloknyo,LAM ROHUL/ADAT ROHUL itu yang bertindak samo Bupati tsb apo guno di agih gelar menjulang ka langik iten klu tanah wilayat adat di rampok mapia tanah,dan klu di medsos ko konai cibi amiang nyo ko ketua Hulubalang.

Sedangkan Ilham Refner tulis, Di kampuong kami kanda habis HGu perusahaan habis 2022 , apo langkah yang harus kami buat memperebutkan hak ulayat kami?..(Fah/Sumber akun Facebook Alirman).

0 komentar:

Posting Komentar