Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Selasa, 09 Juni 2020

4 KUD di Rohul Kembali Dapat Bantuan PSR Tahun 2020, Berharap Pihak Bank Mempermudah Proses Peminjaman Tahap Dua.

ROKAN HULU(SP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu  (Rohul) Kembali Dapat Bantuan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahap dua yang didukung dan memperoleh pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu CH Agung Nugroho STP kepada reporter media ini Selasa, (9/6).

Dikatakan Nugroho Bantuan PSR Tahap Dua, ada 4 KUD yang mendapatkan, yakni KUD Intan Makmur, Desa Bukit Intan 76 hektar Desa Bukit Intan, sebelumnya ditahap pertama mendapatkan 682 Hektar. KUD Bangkit Usaha Makmur Desa Bencah Kusuma 50.085 hektar sebelummya mendapatkan 857 hektar.

Selanjutnya di tahap kedua ini ada dua KUD penerima pertama yakni
KUD Citra Gemilang Desa Muara Intan 502 hektar dan KUD Tujuh Permata Desa Bagan Tujuh  360 hektar.

"Untuk tahun 2020 ini, bantuan PSR Tahap Dua diterima Pemkab Rohul seluas 988, 85 hektar, 4 KUD," jelas Kadisnakbun Pemkab Rohul.

Sementara itu Ketua KUD Intan Makmur Heri Sucipto dan Ketua KUD Bakir Usaha Makmur Khoirum sangat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Bupati Rokan Hulu yang sudah memperjuangkan bantuan PSR ini di Pemerintah Pusat, sehingga mereka masyarakat petani kelapa sawit yang sudah menerima sangat terbantu.

"Pelaksanaan tahap satu sudah terlaksana sukses dan tidak ada kendala, saat Kelapa sawitnya, Alhamdulillah sudah ada yang buah pasir. Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Rokan Hulu H.Sukiman dan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemkab Rohul," ucap mereka.

Ketua KUD ini, mereka berharap juga kepada Pihak Bank, untuk memberikan kemudahan pada Peminjaman dana lanjutan pada Program bantuan PSR tersebut.

"Kami berharap dari pihak perbankan mempermudah Pengurusan peminjaman dana tahap kedua ini," tutur kedua Ketua KUD ini.

Untuk diketahui bantuan PSR merupakan dana hibah dari BPDP-KS, langsung disalurkan melalui rekening koperasi dan kelompok tani setelah melalui progres pekerjaan di lapangan. Setiap petani kelapa sawit akan mendapatkan bantuan Rp 25 juta per hektare. Dan setiap KK maksimal mendapatkan bantuan untuk 4 hektare dalam peremajaan kelapa sawit.

Mekanismenya, koperasi atau kelompok tani yang ingin mendapatkan bantuan program PSR, mengajukan proposal ke Disnakbun Rohul. Kemudian pihak dinas akan meneruskan ke Pemprov Riau untuk dilakukan diverifikasi. Setelah itu baru disampaikan ke Dirjenbun Kementerian Pertanian RI untuk mengajukan dana hibah ke BPDP-KS.

Bantuan dana PSR sebesar Rp 25 juta per ha itu, akan digunakan mulai dari penebangan hingga penanaman, termasuk pengadaan bibit sawit. Jika dihitung total biaya untuk peremajaan sawit hingga menghasilkan selama kurang lebih 4 tahun, akan menghabiskan dana sekitar Rp 58 juta

Kemudian untuk kekurangan dana sekitar Rp33 juta, koperasi atau koptan harus melakukan kerja sama dengan pihak bank yang ada di Rohul, seperti BRI, BNI, Mandiri maupun Bank Riau. Nantinya koperasi atau koptan yang menentukan bank yang akan diajak kerja sama.

"Pada tahun 2019, Pemkab Rohul mendapatkan kuota bantuan PSR dari BPDP-KS seluas 1.776 hektare," kata Agung Nugroho saat itu. (Fah/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar