Polling Pilkada Sumbar 2020

Senin, 15 Juni 2020

Aktifis Minta Pemkab Rohul Buka Data Pemerima Bantuan Covid-19 ke Publik Agar Masyarakat Tau Namanya Terima Atau Tidak

ROKAN HULU(SP) - Beberapa Aktifis mendatangi Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rokan Hulu, (Rohul) Provinsi Riau, Senin, (15/6/2020). Para aktivis mereka minta data transparansi ke publik.

Para aktifis tersebut, Razali Nasution, Lisman G dan lainnya langsung bertemu dengan Penjabat di Dinsos P3A Abdul Aris  Nasution dan Bidang Data TKS Hadiyanto.

Menurut Lisman G memang aneh tapi nyata, berdasarkan Pengaduan Masyarakat yang belum Mendapat bantuan baik dana dan sembako Covid 19 di salah satu lingkungan  Kelurahan Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah yang bertetangga dari Perkantoran Pemkab Rohul dinilainya amburadul. Ada BLT, BST, Sembako dan lainnya.

Karena pihaknya melakukan penelusuran di lapangan Jumlah data di lingkungan tersebut Mecapai160   KK.  Sedangkan menurut keterangan Apratur Lingkungan setempat  yang mendapat diberbagai bantuan Covid-19 itu hanya 23 KK dan yang mendapatkan sudah sesuai aturan.

'Namun saat diminta data mereka aparatur lingkungan itu, mereka red. berkilah, alasan tidak berani. Kami dimarahi oleh lurah," kata Lisman juga Warga Kelurahan Pasirpengaraian kepada wartawan menyampaikan kata dari RT, RW dan bagian Lingkungan di Kelurahan Pasirpengaraian tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Razali Nasution menilai data penerima bantuan itu dinilai tidak pro rakyat miskin terdampak wabah bencana non alam itu, karena warga miskin  yang miliki hak menerima bantuan itu masih banyak yang belum tersentuh.

"Ada beberapa warga didekat rumah saya, yang seharusnya didata, tapi ini tidak didata oleh petugas Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu," beber Razali Nasution.

"Kami disini untuk meminta data dari Dinas Sosial P3A Rohul yang sudah disalurkan bantuan itu, untuk tranparan ke Publik,  kami mau melihat kebenaran nya dilapangan, karena mengapa masih ada warga miskin yang miliki hak, tapi tidak dapat bantuan Covid-19 itu," tegas Razali.

Terkait kedatangan Aktivis itu, Penjabat Kabid Dinsos P3A Rohul
H Abdul Haris Nasution, S.Sos, Kabid mengatakan, Dinsos P3A Rohul hanya pelaksanaan teknis dan menerima data dari Pemerintah Desa dan Kelurahan, karena pada bantuan Covid-19 hanya ada waktu dua hari disampaikan ke Pemerintah Desa dan Kelurahan

"Kalau Bantuan Covid-19, kita di Dinsos P3A Rohul Pelaksanaan Teknis, bahkan ada Kecamatan yang tidak ada yang mengajukan data warga nya penerima. Intinya
kurang responnya Pemerintah Desa dan Kelurahan pemberian data di Dinas Sosial P3A Rohul," katanya.

Ia menjelaskan, bantuan yang ada di Dinsos P3A Rohul, Bantua Top Up Pemerintah Provinsi Riau kerja sama dengan Pemkab Rohul dari Pemerintah Provinsi Riau dana Rp 300 Ribu/KK masih belum terealisasi, dari Pemkab Rokan Hulu sembako tahap pertama sebanyak 4.501 paket dengan ini 5 Kg Beras, Minyak makan 1 Kg dan Ikan Kaleng 1 buah.

Lanjutnya data nya diajukan 4518 orang yang didata selama dua hari diberi waktu dari Provinsi Riau yang langsung diverifikasi BPKP Riau itu pun dikeluarkan 17 orang. sehingga penerima menjadi 4.501 KK.

"Sembako dari dana APBD Rohul sudah tersalurkan, saat ini sedang diajukan untuk tahap dua. Namun bantuan uang tunai Rp 300 Ribu dari Pemprov Riau masih belum terealisasi, mudah-mudahan secepatnya, penerima data yang 4.501 KK itu juga, namun sedang ada dilakukan verifikasi atau ada sedang perbaikan data, karena data ada juga yang tidak tepat, sehingga dari perbaikan data di desa dan kelurahan itu, diharapkan semuanya tepat sasaran," jelasnya.

Lanjutnya, ada juga bantuan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial, tahap awal dari bulan April-Juni 2020 sudah terealisasi melalui penyaluran Kantor POS Indonesia, dan ada dari Program Keluarga Harapan (PKH). Data ada di bidang data Terpadu Kesejahteraan Sosial (TKS).

Sementara Bidang Data TKS Dinsos P3A Rohul Hadiyanto berjanji untuk memberikan data tersebut.

"Maaf hari ini belum bisa, besok kami akan berikan," pungkasnya.

Sesuai pantauan media ini, beberapa orang Kepala Desa juga menanyakan data penerima bantuan Covid-19 itu di Dinsos P3A Rohul.

Untuk diketahui agar masyarakat mengetahui dan memahami bantuan Covid-19 antara lain, 1. PKH, 2. BPNT, 3. BLT Dana Desa
4. BLT Kementerian/kemensos,
5. BLT APBD,6. Sembako APBN
7. Sembako APBD.

PKH adalah program keluarga harapan, bentuknya uang tunai langsung masuk rekening masing-masing.

BPNT (dulu namanya Raskin) adalah Bantuan Pangan Non Tunai, bentuknya berupa Bahan Makanan yang disalurkan melalui Kios Desa yang ditentukan oleh bank Mandiri kerjasama TKSK kecamatan.

BLT Dana Desa adalah Bantuan Tunai dari Desa Masing-masing, Besarannya 600 ribu per bulan direncanakan selama 3 bulan. Nah BLT dari Dana desa perlakuannya ada 3,

I. Bagi Desa yg belum Cair Dana Desa Tahap I, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19.
II. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I, namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19
III. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I dan teah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap II diprioritaskan untuk BLT Covid 19.

Pertanyaan, siapa yg dibantu BLT Dana Desa? Jawab: adalah warga desa yg penghasilannya terdampak Covid 19 dan bagi warga desa rentan sakit, atau sakit menahun. Dengan demikian ada Desa lebih duluan beri bantuan ada juga terlambat beri bantun karena prosesnya tadi diatas itu Tahap I, Tahap II. dan regulasinya sdh diatur oleh permendes

BLT kementerian Sosial adalah bantuan bentuk Tunai Berdasarkan DTKS Dinsos diperuntukkan bagi rata-rata perkotaan atau kelurahan dan juga Desa.

BLT APBD adalah juga bantuan Tunai Dari Dinas Sosial juga diperuntukkan bagi masyarakat yg belum Dapat BLT Dana Desa atau lainnya.

Sembako APBN adalah bantuan berupa bahan makanan yang bersumber dari pemerintah pusat langsung

Sembako APBD adalah juga bantuan berupa bahan makanan yg bersumber dari APBD provinsi dan Kabupaten.(Fah/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar