Polling Pilkada Sumbar 2020

Rabu, 17 Juni 2020

Bupati H. Sukiman di Rambah Hilir, Warga Minta Dibangunkan Turap Penahan Tebing

ROKAN HULU(SP)  - Pengikisan tebing di aliran Sungai Batang Lubuh di Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, sangat mengancam rumah warga yang tidak jauh dari bibir tebing. Agar rumah masyarakat tidak ambruk ke sungai, warga minta Pemkab membangun Turap penahan Tebing.

Untuk melihat kondisi riil dilapangan, disela kunjungan kerjanya menyerahkan BLT-DD dan Tibako Tahap II di Desa Rambah Hilir, Bupati Rohul H. Sukiman menyempatkan meninjau rumah warga yang berada ditepi tebing Sungai Batang Lubuh.

“Tadi sudah kita lihat kondisinya dilapangan, pertama yang harus dibenahi adalah masalah sampah, tadi sudah saya instruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohul untuk mengatasinya. Sampah ini harus dicarikan lokasinya yang jauh dari pemukiman warga untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata H. Sukiman saat dikonfirmasi Media Center Diskominfo Rohul, usai penyerahan Sertifikat di Desa Rambah Muda, Selasa (16/6/2020) sore.

“Tadi sudah saya perintahkan juga Kadis LH untuk mengecek dan berkoordinasi dengan Kepala Desa agar sampah di Pasar Muara Rumbai itu bisa bersih. Tadi sudah saya panggil hari ini dia datang ke Muara Rumbai,” kata Sukiman

Selain masalah Sampah, lanjut Sukiman terkait pembangunan turap dekat rumah warga yang berada di bibir tebing tersebut sudah disampaikan ke Dinas PUPR Rohul. Pemkab akan berupaya untuk membangunan Turap penahan tebing, yang bisa membahayakan rumah warga tergerus longsor.

“Pemkab Rohul akan berupaya membangun turap tersebut, jika APBD kita keterbatasan untuk membangun itu. Solusi lainnya tentu kita kan jemput bola mencari anggaran, baik melalui APBD Provinsi, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) Sumatera atau ke Pusat melalui Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR yang memiliki kewenangan pembangunan didaerah aliran sungai,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Desa Rambah Hilir Romi Yuliandra SE mengaku masalah sampah tersebut terkendala transportasi pengangkut sampah, sementara terkait lokasi lahan TPA sampah bisa di siapkan oleh Desa.

“Untuk sampah kita terkendala tidak adanya pengangkutan transportasi, karena saat ini tidak memungkinkan pakai gerobak dorong, tapi kita sudah minta itu minimal kendaraan Roda 3 yang ada boxnya Atau L300 tapi belum ada. Sementara lokasi tanah bisa kita siapkan dari Desa,” kata Romi

Kemudian terkait Turap penahan tebing, dikatakan Romi panjangnya lebih dari 500 Meter dan kedalamannya ada 50 Meter dan 100 Meter.

“Kondisi rumah warga semakin dekat dengan bibir tebing, begitu buka pintu rumah maka nampak langsung sungainya,” ujarnya

Usai meninjau bersama Bupati, Diakui Romi mendapat respos positif dari Bupati. “Respon Bupati tadi cukup bagus, beliau akan memanggil Dinas terkait baik permasalahan sampah, kemudian turap itu juga akan di bicarakan lagi, karena itu akan minta bantuan dari Provinsi karena mengingat luas dan anggrannya terlalu besar, tapi insyaallah respon umum Bupati tadi cukup baik,” pungkasnya. (MC/Kominfo)

0 komentar:

Posting Komentar