Polling Pilkada Sumbar 2020

Rabu, 24 Juni 2020

Mahasiswa Relawan Covid-19 UNRI Salurkan Bantuan Baju Hazmat dan Face Shield Untuk Satgas Garda Terdepan

PEKANBARU(SP) - Wakil Rektorat III UNRI, Dr. Iwantono, M.Phil mengawasi langsung melalui media zoom room secara live terkait penyaluran bantuan baju Hazmat oleh relawan SATGAS UNRI.Selasa. 23 Juni 2020 (09.00 WIB)

Setelah melakukan seremonial penyerahan baju Hazmat oleh bapak WR III tersebut melalui aplikasi zoom room, tim relawan SATGAS UNRI yang terdiri dari 24 kelompok meluncur ke 4 instansi kesehatan yang telah dibagi tugaskan sebelumnya.

Baju Hazmat dan face shield ini sendiri merupakan bantuan dari SATGAS UNRI dan diberi tanggung jawab kepada mahasiswa relawan SATGAS UNRI untuk menyalurkan ke instansi kesehatan sebagai proker pengabdian masyarakat yang disetarakan dengan KKN.

Sehari sebelum penyaluran bantuan ini, dilakukan pengemasan baju Hazmat dan face shield yang dilakukan langsung oleh mahasiswa relawan di posko SATGAS UNRI yang terletak di lantai 4 gedung Rektorat UNRI.

Kemudian dilakukan bagi tugas lokasi penyaluran bantuan, yaitu kelompok 1 – 6 di Lab.  Biopolar RSUD Arifin Ahmad, kelompok 7 – 12 di RSJ Tampan, kelompok 13 – 18 di Pukesmas Tampan, dan kelompok 19 – 24 di Klinik Mercy.

Lokasi tersebut didasari hasil survey SATGAS UNRI dan tim relawan yang telah dilakukan pada 15 – 16 Juni 2020 lalu.

Penyaluran baju Hazmat dan face shield ini diserahkan secara simbolis oleh sekretaris SATGAS UNRI Dr. Arifudin SP MP kepada Dr. Dewi Anggraini SPMk selaku kepala instalasi Lab. Biomolekuler RSUD Arifin Ahmad.

Baju Hazmat yang disalurkan kepada masing masing instalasi kesehatan berjumlah 20 pcs dan face shield 10 pcs dalam keadaan siap pakai.

Dr. Arifudin SP MP selaku sekretaris SATGAS UNRI pada kesempatan yang sama, menjelaskan bahwa UNRI terus berkomitmen membantu masyarakat sebagai bentuk dari tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mewajibkan kampus melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, terutama dimasa-masa sulit seperti ini.

"Seperti kita ketahui, penambahan jumlah pasien positif COVID-19 di pekanbaru kembali meningkat drastis, mencapai 24 kasus positif per hari. Sehingga persediaan APD sangat dibutuhkan untuk kelancaran dan keselamatan para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani pasien positif COVID-19," katanya.

Lanjutnya, pengorbanan dan kerja keras para tenaga medis diseluruh dunia memang patut diapresiasi, dalam kondisi wabah seperti ini mereka tetap semangat bekerja menangani pasien COVID-19.

Tim relawan bersama SATGAS UNRI berharap agar baju Hazmat dan face shield tersebut dapat digunakan dan bermanfaat bagi tenaga medis dalam upaya perlindungan diri dan kelancaran dalam menangani pasien COVID-19.

"Kita sebagai masyarakat, sepatutnya aktif membantu upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19 dengan selalu mencuci tangan, menjaga kebersihan dan kesehatan, menjaga jarak, menghindari keluar rumah jika tidak mendesak, dan selalu pakai masker jika keluar rumah," pungkasnya. (Fah/Tim).

0 komentar:

Posting Komentar