Polling Pilkada Sumbar 2020

Kamis, 11 Juni 2020

Pernyataan Sikap AMA Lima Luhak Rohul, Menolak Perpanjangan HGU, Anak PT. AALI, Ini Kata CDO PT EDI

Foto Manajemen PT EDI saat menyerahkan CSR dan Surat AMA Lima Luhak Kabupaten Rohul.
PEKANBARU(SP) - Aliansi Masayarakat Adat (AMA) Lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu, (Rohul), Provinsi Riau, menyurati Pimpinan/ Direktur Utama PT. Astra Agro Lestari Indonesia (AALI), dengan tegas menolak diperpanjang Izin Hak Guna Usaha (HGU), PT Ekadura Indonesia (EDI) yang ada di Kecamatan Kunto Darussalam dan PT Sawit Asahan Indah (SAI) yang ada di Kecamatan Rambah Samo.

Dalam surat AMA Lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu yang berkantor di Jalan Betet, Nomor 15, Kelurahan Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, nomor  : 0201/S/AMA-ROHUL/VI/2020, menguraikan poin pernyataan sikap dan surat itu dilayangkan sesuai tanggal 8 Juni 2020.

AMA Lima Luhak Kabupaten Rohul menilai Perusahaan PT. AALI dan anak Perusahaan nya yaitu PT. EDI dan PT. SAI dan PT. SJI Nusa Coy yang selama ini telah  memanfaatkan seluruh sumber kehidupan baik social maupun sendi-sendi ekonomi masyarakat.

"Untuk itu kami menyatakan sikap, kepada Bupati Rokan Hulu untuk tidak menandatangani perpanjangan HGU perusahaan perkebunan kelapa sawit dan Pabrik Kelapa Sawit itu,"

Mereka  juga menilai kehadiran perusahaan terhadap pemanfaatan tanah untuk perkembangan kelapa sawit hari sudah mulai masuk kepada ranah ancaman social, kultur budaya, alam hayati dan sendi-sendi ekonomi masryarakat luas

Semua itu bisa dibuktikan dari berbagai perdebatan sampai pada konflik masyarakat itu sendiri terhadap kebun kelapa sawit.
Perusahaan juga hadir sebagai bagian yang menciptakan porak poranda tatanan masyarakat yang kian hari terus terjadi gesekan, perusahaan terus menguasai terhadap tanah-tanah tanpa harus mengurangi dari jumlah yang ada sebelumnya,

bahkan terus menambah luas wilayah untuk exspansi yang lebih besar terhadap perkembangan perkebunan kelapa sawit. Sementara pada posisi lain masyrakat terus berkembang dan membutuhkan ruang hidup yang semakin luas, namun perkembangan itu tidak diikuti dengan ketersediaan ruang yang ada sebagai mana warisan nenek moyang yang terdahulu,

namun ruang tersebut sudah dikuasai lebih banyak oleh perusahaan selaku perusahaan yang mengembangkan sayap-sayap nya dalam menjalan kan kepentingan bisnis kelompok bahkan perorangan.

Kami AMA Lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu, menolak diperpanjang HGU PT EDI dan PT SAI, sebagaimana permohonan perpanjangan IZIN HGU yang akan ditandatangani oleh Bupati Rokan Hulu kepada Pemerintah pusat, sebelum adanya hasil Kesepakan seluruh stacholder mulai dari paling bawah, sebagai mana yang diatur dalam peraturan dan Undang-Undang yang berlaku, sebagai berikut, diantaranya :

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1956 tentang Pengawasan Terhadap Pemindahan Hak Atas Tanah-Tanah Perkebunan;
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1956 tentang Peraturan-Peraturan dan Tindakan-Tindakan mengenai Tanah-Tanah Perkebunan;

"Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria;
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal;
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah," tulis Ketua Koordinator Heri Ismanto, S.Thi bersama Sekertaris Harianto, SE,

Dikonfirmasi CDO PT EDI Dede Putra Kurniawan melalui pesan WhatsApp nya, mengatakan, pada dasarnya keberadaan perusahaan PT SAI dan PT EDI saat ini terus berkontribusi bagi kabupaten Rokan Hulu.

"Selain dampak ekonomi dengan berkembangnya, perkebunan sawit milik masyarakat dengan program KKPA dan Kemitraan, PT SAI dan PT EDI juga tetap mengembangkan program CSR pada bidang pendidikan, Kesehatan, dan Lingkungan," jelas Dede Putra Kurniawan menjawab media ini, Rabu (10/6) malam

Lanjutnya, setiap bulannya PT EDI dan PT SAI membeli TBS petani yang berada di seputar perusahaan, sebagai contoh PT EDI yang membeli TBS dengan nilai transaksi kurang lebih 18-20 Milliar setiap bulannya.

"Dengan menjual TBS, petani mendapat manfaat ekonomi, ditambah lagi dengan manfaat tidak langsung seperti pembelian sembako, pembelian material kebun, spare part alat transportasi, dan lain sebagainya," tuturnya.

Masih CDO PT EDI, selain itu komitmen di bidang pendidikan, PT EDI dan PT SAI juga turut memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa sampai dengan bantuan sarana dan prasarana belajar untuk sekolah binaan.

Kemudian di bidang kesehatan, dilakukan program pembinaan posyandu, sunat massal, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah dll.

"Intinya PT EDI dan PT SAI sudah melakukan yang terbaik, dengan melaksanakan sesuai aturan dan perundang-undangan yang ada," pungkasnya (Fah/Tim)



0 komentar:

Posting Komentar