Polling Pilkada Sumbar 2020

Kamis, 30 Juli 2020

Bupati Ikut Kastrasi Perdana di Areal Kebun KUD Makarti Jaya, Program PSR Desa Kumain Berjalan Optimal


Bupati Rohul H.Sukiman, monitorong dan kastrasi di kebun Plasma KUD Makarti Jaya, Binaan PTPN V bantuan Program BPDPKS.

ROKAN HULU(SP) -
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi pondasi baru perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), seperti di plasma KUD Makarti Jaya Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Rohul.

Selama ditanam perdana Menteri BUMN, Gubernur Riau dan Bupati H.Sukiman, Kamis (11/4/2019) tahun lalu, program PSR itu bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang ditanam seluas 723 hektar, kini tumbuh subur dan berumur 16 bulan.

Memastikan program PSR berjalan sesuai dengan ekspektasi Pemeritah dan masyarakat, Rabu (29/7/2020) sore, Bupati Rohul H.Sukiman, monitorong dan kastrasi ke areal kebun Plasma KUD Makarti Jaya, Binaan PT. Perkebunan Nusantara V (PTPN V) bantuan Program BPDPKS. 

Dalam monitoring kstrasi, Bupati Sukiman didampingi Dirut PTPN V, Kadis Nakbun Rohul CH Agung Nugroho STP, Kadis PUPR Rohul Anton ST MM, Kadis DKPP Barikun SP, Kadis DPMPD Rohul Margono S.Sos M.Si, Camat Tandun M. Rodi S.Sos, Ketua KUD Makarti Jaya, Kades Kumain Darwadi dan masyarakat.

Bupati Sukimam tak canggung memegang dodos saat melakukan Kastrasi atau pemangkasan terhadap bunga jantan dan bunga betina pada kelapa sawit.“

Hari ini saya bersama dengan Kepala Dinas Nakbun dan OPD lainnya, Dirut PTPN V, Ketua KUD Makarti Jaya telah melakukan kastrasi dan kembali tinjau sawit hasil dari program PSR yang ditanam langsung Menteri BUMN, Gubri beberapa tahun yang lalu,” ucap H. Sukiman.

“Kita lihat bersama, di lahan 723 hektar ini dengan usia tanam 16 bulan, kita lihat pertumbuhan Kelapa Sawit isubur dan bunganya juga bagus. Kami bangga dengan kerja keras KUD dan PTPN V, sehingga Program PSR di Desa Kumain ini berjalan optimal dan sebentar lagi mudah-mudahan dapat dinikmati masyarakat,” harap Sukiman.

Bupati juga berharap, program PSR bisa diikuti masyarakat dan kelompok tani di Rohul yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang sudah masanya dilakukan peremajaan. Karena melalui program PSR Pemerintah mengucurkan bantuan Rp25 juta per hektar.

"Bila kkitaserahkan ke ahlinya, sawit yang kita tanam sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Kami berterima kasih kepada PTPN V yang tekah bekerjasama dan membina KUD Makarti Jaya dan masyarakt Kumain, mudah-mudahan hasilnya maksimal untuk kejehteraan masyarakat,” harap Sukiman.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul CH Agung Nugroho STP mengakui, kastrasi perdana yang dilakukan Bupati Rohul H. Sukiman sejak ditanam perdana, bermanfaat memperkuat pertumbuhan Vegetasi pada batang kelapa sawit.

Di KUD Makarti Jaya telah diplotkan dengan luas tanam 723 hektar dengan jumlah 289 KK. Dari tahun 2018 KUD Makarti Jaya telah mendapatkan bantuan dari BPDPKS total dana 18 Milyar. Kelapa Sawit yang ditanam pada Bulan April 2019 lalu, yang ditanam  perdana Menteri BUMN.

“Saat ini kelapa sawit berusia 16 bulan, secara teknis atronomis dengan budidaya kelapa sawit yang baik. KUD Makarti Jaya bermitra dengan Perusahaan BUMN PTPN V, saatnya dilakukan Kastrasi Perdana oleh Bupati  Rohul H. Sukiman,” terang Agung.

DijelaskanAgung, kastrasi merupakan pengambilan bunga jantan atau bunga betina saat umur tanam 14-24 bulan, yang berfungsi memperkuat batang dari Kelapa sawit supaya nutrisi terserat ke batang.

“Kastrasi sangat berguna bagi tanaman, memutus siklus hama tandan, mempercepat pertumbuhan batang atau pokok kelapa sawit. Kalau tidak diambil bunga-bunganya nutrisinya akan terserap ke bunga-bunga, makannya bunga-bunga tumbuh kita ambil sampai umur 24 bulan bisa 7 sampai 8 kali pengambilan Kastrasi. Gunanya memperkuat tumbuhan Vegetasi batang, agar nanti buah yang sebenarnya dihasilkan kepala sawit dengan kekuatan pohon batang sehingga buahnya semakin maskimal,” sebut Agung. (Tim)

0 komentar:

Posting Komentar