Polling Pilkada Sumbar 2020

Senin, 27 Juli 2020

Disnakbun Rohul Lakukan Pemeriksaan Hewan Qurban, Pastikan Kelayakan Konsumsi

Bupati H. Sukiman didampingi  Kepala Disnakbun ‎Rohul CH Agung Nugroho STP dan Kabid Peternakan dan Keswan Harianto SP bersama tim dokter hewan saat melihat dan melakukan pemeriksaan hewan qurban Hari Raya Idul Adha.

ROKAN HULU(SP) - 
Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah membentuk Tim dan sudah turunkan puluhan dokter serta petugas hewan untuk memastikan kelayakan dan mengkomsumsi hewan qurban yang sehat pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah di 16 kecamatan se Daerah tersebut.

Hal ini dilakukan, selain untuk mendata dan mengetahui jumlah hewan qurban, serta mengecek kondisi fisik hewan kurban masyarakat pada hari
raya Idul Adha 1441 H, yang jatuh Jumat (31/7) mendatang.

Disamapaikan Kepala Disnakbun ‎Rohul CH Agung Nugroho STP didampingi Kabid Peternakan dan Keswan Harianto SP, pihaknya telah menerbitkan SK Tim Pemeriksaan HewanQurban di 16 kecamatan se Kabupaten Rohul.      

Dengan jumlah puluhan
paramedik bersama petugas lapangan yang kini sedang melakukan pendataan dan memeriksa kesehatan hewan qurban yang akan disembelih
pada hari Raya Idul Adha 1441 H.
        
‘’H-3 Hari Raya Idul Adha, secara intensif Tim Pemeriksaan Hewan
Qurban turun ke kecamatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan qurban pada tahun ini. Pendataan dan pemeriksaan hewan qurban, Tim pemeriksa kesehatan hewan Qurban mendatangi musalla dan masjid
yang tersebar di 16 kecamatan yang di Rohul,’’ jelasnya.
        
Diakuinya, pemeriksaan hewan Qurban yang rutin dilakukan setiap
tahunnya, tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hewan ternak yang akan diqurbankan pada hari raya Raya Idul Adha layak
untuk dikonsumsi.
        
Sehingga, keraguan masyarakat untuk mengonsumsi sapi dan kerbau serta sejumlah hewan ternak yang biasanya diqurbankan, tidak terjadi lagi.
        
’’Pemeriksaan kesehatan hewan qurban ini, untuk memastikan seluruh hewan qurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha layak dikomsumsi. Bila dari pemeriksaan kesehatan hewan, ditemukan yang sakit, kita rekomendasikan kepada pengurus masjid, musalla, surau untuk tidak disembelih. Kalau ditemukan ada hewan kurban yang sakit tapi tak membahayakan kepada manusia, dan bisa diobati tidak
permasalahkan,’’ terangnya.
        
Harianto juga menghimbau kepada masyarakat atau pengurus masjid, musalla, surau suluk yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, dalam memilih hewan kurban, terutama dagingnya aman, sehat, utuh
dan halal (Asuh).
        
Tentunya hewan yang bisa dijadikan untuk kurban minimal umurnya cukup, dengan bulu yang mengkilat sesuai dengan anjuran agama Islam, umur yang cukup, sehat dan tidak cacat serta bulunya mengkilat. Dalam artian memenuhi syarat baik dari sisi agama maupun kesehatannya.
        
Disebutkannya, besar kecilnya hewan ternak yang akan dikurbankan masyarakat, tidak menjadi persoalan. Tapi hewan kurban yang disembelih
tidak mengalami cacat permanent.
Maka itu, lanjutnya, bagi masyarakat Rohul, jika ada nantinya terlewati hewan qurban yang tidak mendapatkan pemeriksaan kesehatan
dari petugas Pemeriksaa hewan qurban, agar dapat melapor ke petugas kecamatan atau ke Kantor Disnakbun Rohul untuk dilakukan pemeriksaan.

‘’Bila masyarakat membeli sapi dari luar Rohul, supaya disertai dengan
surat keterangan kesehatan dari dokter hewan dari daerah asal ternak tersebut. Ini dilakukan untuk antisipasi agar hewan qurban tidak
terjangkit penyakit yang membahayakan bagi mayarakat yang mengkonsumsi daging tersebut,’’ ujarnya.

Ditambahkannya, untuk saat ini, Disnakbun belum bisa memastikan,
berapa jumlah hewan kurban tahun 2020, namun jumlah itu akan diketahui pada Hari Raya Idul Adha 1441 H, karena tim pemeriksaan hewan kurban akan lakukan pendataan dan pemeriksaan hingga malam sebelum Hari Raya
Idul Adha,’’ tutupnya. (Fah/rls/SHI Group).

0 komentar:

Posting Komentar