Polling Pilkada Sumbar 2020

Minggu, 16 Agustus 2020

Indonesia Merdeka 75 Tahun, Lagi Anak Warga Sakit, Kades Tau Kelola DD dan Suara Pilkades, RT-Kadus Dinilai Tutup Mata.

ROKAN HULU(SP) - Indonesia Sudah Mereka 75 Tahun, namun masih banyak warga miskin luput dari perhatian serius pemerintah, dan hal tersebut sudah banyak buktiya. Bisa dinilai Kepala Desa nya hanya tau mengelola Dana Desa yang lebih Rp 1 Miliyar dan suara pada Pemilihan Kepala Desa, RT-Kadus nya dinilai tak bisa kerja dan tutup mata.

Sesuai bukti, Aldo Hardiansah, anak berusia 12 tahun mengidap penyakit Cerebral Palcy yaitu perkembangan abnormal di otak. Aldo, anak Ketiga dari pasangan Almarhum Alpian (48 tahun) dan Nurhayati (38 tahun) ini tinggal di RT 002/RW 003 Kampung Tangun

Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu.

Nurhayati mengungkapkan, Aldo mengidap penyakit ini sejak tahun 2012 waktu itu dia berusia 4 Tahun, "Awalnya saat itu Aldo kejang-kejang disertai dengan demam yang sangat tinggi dan menyebabkan sekujur tubuhnya kaku tidak bisa digerakan" ujarnya

"Bahkan Sampai sekarang pun masih sering kejang-kejang terkadang hampir setiap hari kambuh, untuk meredakannya saya hanya beri dia obat dari warung dan hanya di kompres air hangat saja," jelas Nur, kepada Sejumlah wartawan, Senin (17/8/2020) Pagi.

Nurhayati sangat berharap agar anaknya bisa sembuh dan bisa sekolah layaknya seperti anak anak normal lainya, namun terkendala keterbatasan ekonomi. Ayahnya sudah lama meninggal dunia, dia kini hanya seorang ibu yang membuka warung kecil kecilan dirumahnya yang pendapatan per harinya hanya paspasan untuk biaya hidup sehari hari, hal itulah yang memaksa Putra tercintanya harus dirawat seadanya di rumah.

"Begini saja keseharian saya buka warung kecil kecilan, anak yang masih sekolah juga punya dan itu juga butuh biaya, untuk bantuan memang ada seperti PKH " ujarnya.

Selama menderita penyakit tersebut Aldo pernah mendapatkan pengobatan namun hanya beberapa kali saja. Sebab jangankan untuk biaya berobat, untuk ongkos ke rumah sakit saja kami tak punya." Tuturnya dengan air mata berlinang

"berobat sudah pernah,Terakhir tahun 2018 saya bawa putra saya berobat, selama ini hanya dirawat dirumah saja, karena kalau dirawat di RSUD dia harus dijaga sementara untuk biaya hidup dirumah tidak ada yang mencari, selain itu biaya untuk transportasi juga saya sudah kesulitan," ungkap Nur sambil merangkul anaknya yang sedang sakit.

Nurhayati dan keluarganya sangat berharap adanya uluran tangan dari para dermawan yang mau membantu anaknya.

"Harapan nya ingin agar anaknya sembuh, selama saya mampu saya juga terus berusaha, "orang tua mana yang tega melihat anaknya begini, namun apalah daya kami tidak punya biaya dan saat ini kami memang sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan terutama Pemerintah Daerah " tuturnya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Rokan Hulu dr Bambang Triono Saat dihubungi via selulernya mengatakan jika keluarga Nurhayati sudah punya BPJS, sebaiknya agar Pihak Desa mendata dan mengurus ke dinsos untuk dimasukkan ke PBI Daerah, agar anak tersebut bisa dirawat di Rumah Sakit " Tandasnya. (Fah/rls/SHI Group).

0 komentar:

Posting Komentar