Polling Pilkada Sumbar 2020

Jumat, 14 Agustus 2020

Pemetaan Desa Berbasis Partisipatif, Azwan : Seluruh Program Kegiatan Berbasis Data.

BANGKINANG (sp ) Ketersediaan  data  sangat diperlukan dalam proses perencanaan pembangunan. Data merupakan  penunjang pokok  dalam perencanaan pembangunan. Dengan memiliki basis data dan informasi yang valid dan terukur, maka proses perencanaan pembangunan yang baik dan komprehensif akan menjadi titik penting untuk berhasilnya pembangunan. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar  Ir. H. Azwan, M.Si saat membuka rapat  kegiatan  pemetaan desa berbasis  partisipatif  mahasiswa  kuliah kerja nyata (kukerta) Universitas Riau di Kabupaten Kampar bertempat di  ruang rapat lantai II Bappeda Kabupaten Kampar, Jumat (14/8/20).  “Hari ini seluruh program kegiatan berbasis data. Tidak bisa kita memberikan usulan kegiatan tanpa  data,” tegas Azwan.

Rapat ini dihadiri, OPD  terkait diantaranya, Bappeda Kabupaten Kampar, Diskominfotik Kabupaten Kampar, Dinas PUPR, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas PMD, Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) Universitas Riau Pekanbaru,    WRI dan   undangan lainnya.

Disampaikan Azwan bahwa untuk merebut  dana atau program kegiatan dari APBN dan APBD Provinsi juga harus didukung  oleh data. “Tanpa data kita tidak bisa berbuat banyak, dengan data bisa mendatangkan program dari APBN dan Provinsi,” ujar Azwan.

Untuk itu ia mensupport kegiatan pemetaan desa berbasis partisipatif Mahasiswa UR yang dilaksanakan di dua kecamatan yakni kecamatan Tambang dan Kampa. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama tiga bulan lebih. Kegiatan  ini akan menghimpun  data tentang irigasi, potensi pertanian dan toponimi serta data pendukung lainnya.

Disampaikan Azwan bahwa Bupati Kampar telah berkomitmen untuk membuat terobosan-terobosan dalam percepatan pembangunan  Kabupaten Kampar. Kegiatan pemetaan desa berbasis partisipatif ini merupakan salah satu  terobosan dalam  mewujudkan satu data satu peta Kabupaten Kampar. 

Bappeda sendiri dalam mendukung terwujudnya   satu data satu peta ini  akan membuat studio   tempat kerja tim satu data satu peta. “Kita harapkan fasilitas ini menjadi  pemicu kita semua  untuk berbuat yang sama dalam membangun Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Diharapkan dengan data  yang dihasilkan dari pemetaan  desa ini, akan mendukung program pembangunan yang dapat mewujudkan Kabupaten Kampar yang  bisa memenuhi kebutuhan beras sendiri. “Kita salut dengan Kabupaten Siak yang bisa mengembangkan pertanian yang demikian maju, rakyat mau menebang sawit dan menggantikannya dengan tanaman padi,” ujar Azwan.

Selanjutnya rapat  yang dipimpin oleh Kabid Infrastuktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Kampar Safri, S.Sos membahasa tentang tahapan-tahapan  kegiatan pemetaan  ini diantaranya webinar dan bimtek,  koordinasi stakeholder,  survey,  FGD, konsultasi  publik dan pelaporan. “Untuk survey akan kita lakukan sebanyak  empat kali,” ujar Alwan dari WRI.

Kemudian juga dibahas tentang teknis  survey  dan personil yang terlibat dalam survey serta pembagian kerja. Data yang akan dihimpun selain  terkait irgasi pertanian, pertanian dan toponimi juga dipetakan data pendukung  desa seperti jalan,  peta tutupan jalan, nama jalan, jenis permukaan jalan, jembatan, informasi non spasial, arena, stadion, hotel, menara, kantor kepala desa, situs purbakala, taman botani, air terjun,  hutan rimba, perkebunan taman kota, depo bahan bakar minyak dan lain sebagainya. (ontuo daus)

0 komentar:

Posting Komentar