Polling Pilkada Sumbar 2020

Kamis, 12 November 2020

Kadis Perkim LH, Riki Mainaldi Neri : Dimasa Pandemi Covid-19, Bank Sampah Lansek Manih Sangat Terasa Manfaatnya Bagi Masyarakat


Sijunjung (SP) -
Ditengah pandemi Covid-19, Bank Sampah Lansek Manih yang dikelola Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sijunjung.

Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, bank tersebut juga menjadikan sampah lebih bernilai ekomoni yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

"Dimasa pandemi Covid-19, hingga saat kini nasabah kita lebih kurang 300 nasabah di bank sampah. Dan itu juga tersebar di sejumlah nagari dan kecamatan, bukan di pusat kabupaten saja. Karena sebelum bank sampah ini didirikan, pengkaderan dan pembentukan kelompok ditengah masyarakat telah kita lakukan, sebagai langkah persiapan," ujar Riki Mainaldi Neri kepada sumatrapost.co.id.

Dikatakannya, tujuannya mendirikan bank sampah adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sampah, sekaligus untuk memelihara lingkungan. “Sebenarnya ini lebih kepada motivasi kepada masyarakat. Lingkungan kita terjaga dari pencemaran sampah, juga membantu secara ekonomi ditengah masyarakat.

"Bank Sampah Lansek Manih yang terletak di Jalan Sudirman, Muaro Sijunjung selama satu tahun terakhir, keberadaanya telah mengedukasi dan menambah pengetahuan  masyarakat tentang bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan benar," terangnya.

Lebih jauh dijelaskan Riki, cara kerja bank sampah pun cukup sederhana, tidak ribet. Artinya kegiatan ini bisa menjadi sampingan bagi masyarakat yang mau menambah penghasilan. Warga hanya mengumpulkan sampah sesuai jenisnya, kemudian disetor ke bank sampah, bisa diantar langsung atau dijemput oleh petugas bank.

Sampah yang dikumpulkan tadi selanjutnya ditimbang, jika nasabah menginginkan pembayaran langsung juga diperbolehkan, atau ditabung juga bisa. “Sampah yang ditabung minimal beratnya satu kilogram. Setelah dicatat petugas, jumlah Saldo di buku tabungan nasabah akan dikalkulasikan kedepannya. Bahkan ada tabungan nasabah yang sudah berjumlah satu juta lebih, itu dari petugas K3. Memang sengaja mereka tabung dulu,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat juga bisa menukarkan (barter) sampah mereka dengan barang-barang hasil kerajinan tangan, atau barang yang bermanfaat untuk menunjang kebutuhan rumah tangga. “Ditukar bisa, itu banyak pilihannya sesuai nominal hasil penjualan sampah tadi. Atau disedekahkan juga bisa, nanti kita yang salurkan kepada pihak yang layak menerima sedekah,” sebutnya.

Hadirnya bank sampah Lansek Manih bisa menjadi alternatif atau kegiatan sampingan untuk mendorong perekonomian masyarakat. Lebih dari itu, upaya tersebut telah menyelamatkan lingkungan dari pencemarah sampah.  Ada berbagai macam jenis sampah yang bisa dijual ataupun ditabung melalui bank sampah diantaranya, benda-benda yang terbuat dari plastik, kaleng, besi, karton, kardus, botol minuman dan barang bekas lainnya.(Dicko)

0 komentar:

Posting Komentar