Polling Pilkada Sumbar 2020

Jumat, 06 November 2020

UU Cipta Kerja Disahkan, Aliansi Mahasiswa Sijunjung Gelar Unjukrasa

 


Sijunjung (SP) - Aliansi Mahasiswa Sijunjung (AMS) gelar unjuk rasa sebagai wujud kekecewaan atas disahkannya UU Cipta Kerja oleh Presiden RI Joko Widodo di tengah gencarnya penolakan masyarakat.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi  seperti UNP, Unand, STIPER Sawahlunto Sijunjung, Unes, dan PNP itu melakukan aksi kreatif selepas hujan turun di Simpang Tugu, Muaro Sijunjung, Kamis (5/11/2020) kemaren sore.

Tak ada orasi selama aksi berlangsung. Namun, mereka melakukan happening art menutup kepala dengan kantong asoi hitam, sebagai sindiran atas hilang telinga hilang muka pemangku kebijakan.

Selain itu, juga dibentangkan spanduk dan karton yang berisi kata-kata protes. Di antaranya, UU Cipta Kerja untuk siapa? DPR & presiden stop bohongi kami tak bodoh, ketek banamo/ gadang bagala/ naiek mancari suaro/ lah duduak maaniayo #savedemokrasi....

Aparat Polri dan TNI mengawal aksi tersebut tanpa seragam, tanpa alat anti huru-hara. Itupun hanya beberapa orang saja, bisa dihitung jari. Mereka melakukan pendekatan persuasif kepada peserta aksi, layaknya kakak kepada adik, sehingga situasi kondusif.

Kendaraan lalu lalang sebagaimana biasanya. Pedagang kaki lima di sekitar lokasi aksi tetap menggelar galasnya, pembeli datang, tanpa kecemasan.

Peserta aksi pun melakukan salat Magrib berjamaah di aspal jalan yang masih menyimpan sisa hujan, tempat mereka menyuarakan kekecewaan, ditutup dengan doa bersama dan pernyataan sikap di ambang malam.

"Kami, mahasiswa, akan terus bergerak sampai UU Cipta Kerja ini dicabut," tegas Aldi Tri Okta Zulfan selaku koordinator lapangan aksi AMS itu.

Sementara itu Koordinator AMS Fadli Randa mengatakan, dalam aksi kreatif ini AMS menyatakan kecewa atas disahkannya UU Cipta Kerja oleh Presiden RI Joko Widodo pada 2 November 2020 lalu, padahal sudah terjadi penolakan di mana-mana.

"Peserta aksi ini merupakan perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sekitar 15 orang. Kami juga memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dalam menggelar aksi, karena itu tidak menggunakan massa banyak," ungkap Fadli Randa, Mahasiswa UNP yang juga tergabung dalam BEM SI.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Sijunjung ini telah melakukan audiensi dengan anggota DPRD Sijunjung untuk menolak disahkannya UU Cipta Kerja pada Senin (19/10/2020) lalu.(Dicko/rls)

0 komentar:

Posting Komentar