Polling Pilkada Sumbar 2020

Minggu, 20 Desember 2020

Kezaliman Merajalela Lantaran Orang Baiknya Diam Saja!


Oleh: Andre Vincent Wenas


Kenapa dilarang? Kenapa dipukul mundur dengan semena-mena?


Begitu pertanyaan – maaf ya, bodoh sekali – dari para pendemo 1812 kemarin ini.


Ya jelas dilarang dong, lha memang sudah dilarang jauh-jauh hari oleh Kapolda Metro, tidak boleh bikin kerumunan besar lantaran pandemi. 


Ya jelas dipukul mundur dong, lha ngeyel terus dan ngotot bikin kerumunan, dan ternyata bawa sajam (senjata tajam) segala kok. Bahkan ada anggota polri yang jadi korban bacokan.


Ada yang bilang, masa mau mengekspresikan pendapat saja kok tidak boleh? 


Lha siapa yang melarang untuk mengekspresikan pendapat? Boleh kok. 


Yang tidak boleh adalah berkerumun dan bikin aksi liar dengan senjata tajam. Yang juga tidak boleh adalah memfitnah dan menyebarkan berita bohong. Jelas khan?


Saluran untuk menyatakan pendapat khan banyak. Bisa juga lewat medsos atau media main-stream. Asalkan saja masih di dalam koridor rambu-rambu UU ITE.


Nah, kemudian – in the aftermath – alias setelah debunya reda, kita bisa melihat lebih jernih. Mana yang provokator dan sedang berupaya melakukan agitasi terhadap jalannya proses hukum.


Kalau ada segala ulah ancam-mengancam lewat unjuk rasa yang liar serta provokasi ke kantor-kantor polisi di berbagai daerah untuk memaksa pembebasan seseorang yang sedang diproses hukum untuk dibebaskan, maka itu adalah juga suatu ‘obstruction of justice’, ulah menghalang-halangi atau mengganggu jalannya proses penegakan keadilan atau hukum.


Persis di titik inilah proses penyadaran publik tentang pentingnya penegakan hukum, dan keadilan bagi semua warga tanpa memandang bulu mesti dilakukan.


Semua unsur dan elemen masyarakat yang sudah tercerahkan, kaum intelegensia, para tokoh agama, entah itu ulama atau rohaniwan-rohaniwati, para tokoh politik yang waras mesti berkiprah.


Berkiprah, turun gunung, untuk ikut dalam proses konsientisasi publik. Jangan diam saja di atas menara gading.


Benarlah perkataan bijak yang bilang bahwa kejahatan atau kezaliman itu merajalela bukan kerena banyaknya orang jahat (atau bodoh), tapi karena orang-orang yang baik (pandai) hanya diam tak ambil pusing terhadap kondisi masyarakatnya.


“Proclaim the truth, and do not be silent through fear!” – St. Catherine of Siena


19/12/2020

Andre Vincent Wenas, Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB).

0 komentar:

Posting Komentar