Polling Pilkada Sumbar 2020

Senin, 07 Desember 2020

Pabrik Pengolahan Limbah di Sijunjung Olah Sampah Jadi Pupuk Organik Cair


Sijunjung (SP) -
Siapa bilang sampah tidak bermanfaat? Jika diolah dengan baik, sampah rumah tangga bisa berguna untuk dijadikan pupuk.

Kabar baik di Kabupaten Sijunjung sudah mulai beroperasi tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan metode sistem pengelolaan dengan tekhnologi mengubah sampah menjadi pupuk kompos (organik).

Pihak Dinas Perkim-LH Sijunjung mengembangkan pupuk organik cair dari sampah sayuran, buah buahan, dan makanan bekas.

"Kita coba mengembangkan pupuk organik cair dan ini sudah berjalan beberapa bulan ke belakang. Ini salah satu cara penanganan sampah di Ranah Lansek Manih,” ungkap Kepala Dinas Perkim-LH Sijunjung, Riki Mainaldi Neri kepada media, Senin (7/12).

Dikatakan Riki, pihaknya tidak hanya akan fokus pada pengolahan sampah rumah tangga saja, tetapi juga akan menyasar sekolah-sekolah. Menurutnya, generasi penerus sangat perlu diberi pemahaman soal sampah ini, agar mampu direalisasikan di rumah.


“Sampah telah menjadi persoalan yang rumit saat ini, banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya, akan menjadi persoalan serius di kemudian hari, dan ini menjadi program Perkim LH untuk mengatasinya, dengan mengajak pihak sekolah untuk menumbuhkan rasa kepedulian generasi terhadap sampah,”kata Riki.

Disebutkannya, mayoritas sampah, baik sampah di sekolah maupun sampah di rumah tangga adalah sampah basah atau sampah organik yang mudah membusuk. Bila sampah tersebut dibuang kelingkungan tanpa pengelolaan yang benar, maka berpotensi mencemari lingkungan tersebut.

“Dengan karakteristik sampah yang didominasi sampah basah mudah membusuk, upaya pemanfaatannya menjadi kompos atau pupuk alami dapat meningkatkan nilai sampah dari semula pencemar menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat tersebut,”sebut Riky.

“Semua ini merupakan komitmennya dalam menjaga pelestarian lingkungan semenjak dipercaya menjadi Kepala Dinas Perkim dan LH,” ujar Kadis Perkim itu.

Tempat pengelolaan TPS3R itu dilakukan di Jorong Kamang Makmur, Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru dengan memanfaatkan dana APBN tahun 2020 sebesar Rp600 juta.

“Dengan hadirnya tempat pengolahan TPS3R ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” pungkasnya. (Dicko)

0 komentar:

Posting Komentar