Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Selasa, 30 Juni 2020

Tak Dapat Bantuan Covid-19 dan Data Tak Tranparan Puluhan Warga Kelurahan Pasirpengaraian Aksi Damai

ROKAN HULU(SP) - Puluhan Warga Kelurahan Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Selasa, (30/6/2020) mendatangi kantor Kelurahan mereka terkait bantuan terdampak Wabah Bencana Non Alam itu, mereka tidak dapat dan juga tidak transparan data dari Pemerintah setempat.

Aksi puluhan Warga Kelurahan Pasirpengaraian tersebut ada ibu-ibu, janda dan bapak-bapak tersebut, dengan berbagai tulisan di Karton, mereka memulai aksi dari Taman Kota Pasirpengaraian, ke Kantor Lurah Pasirpengaraian dan Depan Kantor Bupati Rokan Hulu di Komplek Bina Praja setempat di wilayah Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah.

Dibawah Komando orasi Aktivis  Lisman G dan Razali Nasution menyuarakan berbagai asipirasi dan kekesalan mereka warga terkait pendataan penerima bantuan terdampak wabah Corona Virus itu, sehingga mereka tak dapat bantuan, padahal mereka juga terdampak Covid-19.

Pada orasi itu, Warga yang aksi damai menyampaikan aspirasi kepada Bapak/Ibu Pemerintah, bahwa mereka warga terdampak bencana non alam yang terus menerus disampaikan oleh Pemerintah sejak pertengahan bulan Maret 2020 lalu itu untuk warga taati aturan pemerintah pada pencegahan Penularan Virus Corona itu.

'Kami warga sudah mentaati aturan pemerintah, namun Pemerintah membagi-bagi bantuan, tapi kami tidak diberikan, kami meminta data penerima untuk tranparansi penerima sesuai undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tantang keterbukaan Informasi Publik, juga tidak dikasi," orasi Lisman yang diiakan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang aksi damai tersebut.

Bahkan ditemui dalam aksi damai itu, seorang Janda 50 Tahun bernama Jasmaniat, warga Kelurahan Pasirpengaraian mengaku sudah didata, namun tak pernah dapat bantuan.

"Dan setiap ditanyakan tatap tak ada jawaban. Saya mohon kepada Bapak Presiden RI, saya juga memohon bantuan saya ini janda, anak saya satu  orang masih sekolah," kata Jasniat menyampaikan aspirasinya.

Terlihat reperter media ini, pada aksi damai warga di depan Kantor Kelurahan Pasirpengaraian, dibawah pengamanan puluhan Anggota Polres Rokan Hulu, Satpol PP dan TNI  tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 dan
physical distancing.

Hadir dan ikut menyambut warga ada Sekretaris, Kabid Dinas Sosial Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak, Camat Rambah , Kasat Intelkam Polres Rohul, Kasat Sabara, Kasat Binmas, Danramil O2 Rambah, Lurah Pasirpengaraian.

Pada sambutannya Camat Rambah Ari Gunadi menyambut baik dan mengucapkan terimakasih apa asipirasi yang disampaikan warga dalam aksi damai tersebut.

"Kami mewakili dari Pemerintah berterimakasih atas asipirasi disampaikan masyarakat terkait bantuan tardampak Covid-19 ini. Kami juga dari Pemerintah tetap dan selalu memperhatikan warganya, namun bantuan terdampak Covid-19 ini terbatas, tidak semua mendapatkannya, karena penyaluran bantuan sesuai peraturan yang ada," katanya.

Sementara itu, Lurah Pasirpengaraian Dedi Kurniawan Saputra membacakan jenis bantuan dan jumlah warga penerima bantuan terdampak Covid-19 tersebut, ada Bantuan Langsung Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI penyaluran dari Kantor POS dari yang diusulkan penerima 102 KK, yang penerima menjadi 91 KK, 11 KK lain dikembalikan di POS karena 11 KK itu dinilai warga mampu dan ada PNS.

Selain itu, ada Penerima PKH yang datanya di Data Terpadu Dinsos P3A, ada 8 KK Penerima Sembako Pemkab Rohul,  Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemprov Riau yang sampai saat ini masih belum tersalurkan, ada Bantuan Sembako dari Provinsi Riau atau Kartu Keluaga Sejahtera (KKS) penerima 21 KK, bersamaan Bantuan Non Tunai (BNT) dari Pemerintah Pusat, dan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

"Kalau penerima PKH sudah tetap Penerima dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos P3A Rohul diterima setiap bulan. Sedangkan Sembako Pemprov Riau KKS dan BNT itu bukan tunai, namun uangnya maauk di Rekening Bank  masing-masing Penerima setiap bulan sampai bulan Desember 2020 mendatang," jelas Lurah Pasirpengaraian.

"Untuk data Penerima Bantuan Covid-19 itu, kita diberi waktu mendata hanya dua hari, namun bila data itu ada yang ganda Penerima juga ada revisi. Terkait Demo warganya tersebut selaku lurah saya menerima aspirasi masyarakat," tambahnya lagi.

Selanjutnya, puluhan massa aksi melanjutkan orasi di Depan Kantor Bupati Rokan Hulu, disana juga setelah menyampaikan aspirasinya disambut oleh Kadinsos P3A Rohul Sri Mulyani dengan memaparkan terkait bantuan Covid-19 tersebut dari Pemerintah.

"Untuk penyaluran Bantuan Covid-19 dilaksanakan sesuai aturan yang ada, dan kami dari Dinsos P3A Rohul hanya sebagai pengatur  teknis sistim penyaluran kepada warga saja. Namun apa yang disampaikan oleh bapak ibu, sebagai masukan dan evaluasi kepada kami, dan bila bapak ibu merasa penerima, diharap datanya diberikan kepada RT, RW, Lurah Kades nya masing-masing untuk bisa di evaluasi lagi penerima bantuan terdampak Covid-19 ini," pungkasnya.

Sesuai pantauan di lapangan aksi berakhir dalam keadaan situasi aman dan terkendali dan kondusif, massa aksi membubarkan diri dengan tertip. (Fah/Tim).

0 comments:

Posting Komentar