Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Jumat, 25 September 2020

Pemkab Sijunjung Gandeng PT CSP Atasi Jaringan Internet di Daerah Blankspot

Sijunjung(SP) - Saat pandemi covid-19, bekerja dan belajar dari rumah sudah menjadi himbauan dan keharusan, apalagi dengan dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Semua urusan baik bisnis , pengetahuan , komunikasi, akses kerja dan lain-lain mulai ramai dilakukan dari rumah.

Untuk mengatasi nagari terpencil yang tidak ada jangkauan sinyal internet, Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Komunikasi dan Infromatika terus berupaya melakukan berbagai cara untuk mengatasi daerah-daerah yang blankspot tersebut.

Sebelumnya, Pemkab Sijunjung berkolaborasi dengan PT Intech Esa Mandiri memasang Community WiFi. Namun, saat ini berganti dengan PT Citra Satelit Pratama.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi menyebutkan untuk di kabupaten sijunjung ini ada 19 titik daerah yang blankspot.

“Pemasangan wifi ini sudah dari Februari 2020 lalu. Namun, saat ini ada penggantian perangkat VSAT lntemet Satelit,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya wifi itu bisa membantu siswa yang saat ini belajar daring.

“Mudah-mudahan wifi ini bisa bermanfaat bagi anak-anak kita yang melakukan proses belajar secara daring,” ucapnya.

Sementara itu, Setia Welly dari PT CSP menyebutkan, dirinya memadukan unsur pembangunan jaringan internet dengan bisnis. Pembangunan itu 40 Lokasi di Sumatera Barat.

“Khusus di Kabupaten Sijunjung kita melakukan penggantian perangkat sebanyak 19 lokasi, salah satunya di Nagari Sisawah Kecamatan Sumpur Kudus sudah diganti dan sudah bisa dipakai oleh masyarakat,” terangnya.

“Hari ini, (Jumat, 25/9) di Nagari Langki dan Sibakur, sudah on juga, dan besok kita ke Nagari Silongo,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Welly, selama ini biaya sangat mahal untuk membuat sebuah jaringan internet, akan tetapi dengan metode ini sangat murah sekali.

Dijelaskannya, voucher yang ditawarkan kepada masyarakat juga sangat murah. Dari voucher harga Rp5.000 sampai harga Rp50.000. “ Ini sangat terjangkau oleh semua lapisan, selain untuk bekerja dan belajar dari rumah selama pandemi Covid-19, banyak akses yang dapat diperoleh,” ujarnya.

Antaranya, kemudahan bertransaksi dengan internet banking, bisa membuat web nagari untuk memasarkan potensi nagari baik pariwisata maupun potensi makanan khas daerah dan dengan online bisa dipasarkan, tutupnya.(Dicko)

0 comments:

Posting Komentar