Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Kamis, 08 Oktober 2020

Periode September 2020, SPBU Kinantan Milik Perusahaan Daerah Sijunjung Tertinggi Penjualan BBM Pertamax Tingkat Sumbar

Sijunjung (SP) - SPBU 14.275.599 Kinantan milik Perusahaan Daerah Kabupaten Sijunjung mendapat apresiasi dalam penjualan BBM jenis Pertamax pada periode September 2020 tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Semenjak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dihapuskan di wilayah Ranah Lansek Manih, kini BBM beroktan tinggi yakni Pertamax melejit tinggi dalam penjualannya.

“Itu tentu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena SPBU Kinantan satu-satunya di Sumbar yang milik daerah,” kata Direktur Perusda melalui Manager SPBU Kinantan, Nelisma kepada sumatrapos.co.id diruang kerjanya, Kamis (8/10/20).


Kunci keberhasilan ini merupakan kerjasama tim, mulai dari kinerja Pengawas, Managemen, Security, Operator dan Cleaning Service.

“Keberhasilan ini dinilai dari pelayanan, kebersihan hingga jumlah penjualan. Sehingga, SPBU kita ini mendapat peringkat I dalam penjualan Pertamax  paling tinggi tingkat Provinsi Sumbar,” jelasnya.

Selanjutnya disebutkan Manager SPBU Kinantan, penjualan Pertamax per September dalam sehari mencapai 13-14 Kiloliter (Kl). 

Jadi, sejak Premium dihapuskan masyakarat lebih memilih Pertamax dibandingkan Pertalite.

Kemudian, ia juga mengakui semenjak dua bulan kemaren tidak lagi menjual Premium. 

"SPBU tidak menyediakan Premium dengan alasan keamanan," terangnya.

Dijelaskan Nelisma, sebelum BBM Premium dihilangkan, antriannya panjang hingga mengganggu lalu lintas. "Selain itu yang membeli mayorits mobil-mobil keluaran lama sehingga berpotensi bisa terbakar. ini yang kita takutkan," katanya.

Dia juga menambahkan, sekarang tingginya permintaan terhadap Pertamax, itu menunjukkan kesadaran masyarakat cukup tinggi untuk menjaga kualitas udara yang lebih baik dengan menggunakan BBM yang ramah lingkungan. 

"Pertamax merupakan produk unggul Pertamina yang memiliki oktan tinggi dibanding BBM Premium dan Pertalite," imbuhnya.

Bagi masyarakat pedalaman yang ingin mengisi Peratamax ke jerigen, pihaknya tidak ada menerima upah.

“Jika ada yang memberi atau yang menerima upah pada saat pengisian BBM, harap dilaporkan ke pihak Managemen SPBU Kinantan,” tegasnya.(Dicko)

0 comments:

Posting Komentar