Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Rabu, 23 Desember 2020

Menteri PPN : Mari Kita Bangkit dan Sambut Tahun 2021 Dengan Penuh Optimis

Jakarta ( SP ) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menjadi pembicara dalam webinar Outlook Pembangunan 2021 yang mengangkat tema Belajar dari 2020, Bangkit Menuju 2021 pada hari Selasa, 22 Desember 2020, di Jakarta.


Dalam kesempatan ini, Menteri Suharso mengungkapkan bahwa di tahun 2020 perekonomian dunia tergoncang mengalami kemunduran yang dikarenakan pandemi virus Covid-19 yang terjadi di hampir belahan dunia. Suharso menyebut, pertumbuhan ekonomi negara-negara maju bahkan tumbuh minus belasan persen, sedangkan skenario ekonomi yang dibangun oleh berbagai negara mengalami koreksi yang fundamental.


“Sektor-sektor ekonomi terganggu produksinya. Jalur transportasi mengalami perubahan akibat kebijakan lockdown atau karantina yang berbeda antara negara, termasuk di Indonesia. Demikian juga, aspek sosial terkena dampak yang luar biasa, baik di sektor kesehatan, pendidikan, tata pemerintahan, hubungan kota – desa, maupun jaminan sosial,” ujar Menteri PPN.


Dalam rentang waktu di tahun 2020, Menteri PPN juga menjelaskan kepada peserta webinar beberapa catatan-catatan penting terkait pertumbuhan ekonomi di Indonesia maupun global. Hal-hal yang dijelaskan Kepala Bappenas ini antara lain, (1) goncangan ekonomi dunia, termasuk di Indonesia sebagai akibat pandemi Covid-19, (2) pandemi Covid-19 telah mendorong berbagai negara, termasuk Indonesia untuk melakukan adaptasi dan perubahan yang cepat, (3) pandemi Covid-19 juga merupakan momentum untuk koreksi atas kebijakan pemerintah di berbagai aspek, dan perlunya arah baru sebagai fondasi ke depan.


“Pandemi Covid-19 telah mendorong terjadinya ‘evolusi yang dipercepat’ pada pilar  transformasi digital. Pertemuan virtual dengan beragam platform muncul di berbagai negara, termasuk di Indonesia.  Kita hidup di sebuah ‘new reality’, yang ditandai sebagai ‘less contact economy’, atau ‘less contact society’. Hal ini sebagai kenyataan baru yang kita hadapi dan akan terapkan ke depan,” kata Suharso Monoarfa.


Oleh karena itu, Menteri Suharso mengajak semua pihak untuk mau membaca perubahan lingkungan strategis yang dinamis serta menghadapi tantangan global di tahun 2021 mendatang. Sebab di tahun 2021 esok merupakan tahun pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Kepala Bappenas berharap, dengan semangat baru, paradigma baru, cara baru, kita mampu memulihkan kondisi sosial-ekonomi, dan bangkit untuk melangkah dan berlari, serta kita harus bekerja extra-ordinary, tidak konvensional dan tidak birokratis.


“Dalam pemulihan ekonomi, kita letakkan pandemi Covid-19 untuk mengembalikan jam kerja yang hilang, dengan menata kembali dan memperkuat industri, pariwisata dan investasi. Sehingga pendapatan pekerja yang hilang dapat dikembalikan dan daya beli masyarakat dapat meningkat. Pengembangan industri manufaktur perlu mempertimbangkan keunggulan wilayah-wilayah,” tambah Kepala Bappenas.


Tahun 2021 mendatang menurut Menteri Suharso juga akan menjadi momentum bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong reformasi sosial, baik aspek perubahan struktural maupun perubahan kultural, mindset, dan paradigm. Hal ini terjadi akibat dari pandemi Covid-19 yang banyak memberikan hikmah bahwa masyarakat dan Pemerintah harus melangkah bersama.


“Dengan kata lain, tahun 2021 menjadi momentum untuk memperkuat pendekatan collaborative work, collaborative governance, dan policy networks untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima. Mari kita bangkit dan sambut tahun 2021 dengan penuh optimistik, serta tetap fokus menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi secara berimbang dan berkeadilan,” tutup Menteri Suharso.


Selasa, 22 Desember 2020

Tim Komunikasi Publik

Kementrian PPN/Bappenas

0 comments:

Posting Komentar