Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Selasa, 12 April 2022

LAWYER MIRWANSYAH SH MH GANDENG KOMISI PA BUAT LAPORAN KE POLDA RIAU KASUS MANTAN ISTRI KLIEN BAPTIS ANAK TANPA IZIN


Pekanbaru,   -  (  sp  ) 
Pengurus DPC PDIP Kota Pekanbaru Irwansyah buat laporan ke Mapolda Riau terkait anak bawah umur di paksa melakukan pembabtisan secara agama tertentu yang jelas-jelas tertera di Akte Lahir an. El Balqis Salsabila Syah binti Irwansyah beragama Islam oleh ibu kandungnya “EV” alias “JO” tanpa sepengetahuan ayah biologisnya atau ayah kandungnya Irwansyah alamat gereja tidak diketahui. 

Aksi lapor pengurus DPC PDIP Kota Pekanbaru di dampingi oleh kuasa hukum Lawyer Mirwansyah S.H.,  M.H., dan Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Dewi Arisanty di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Markas Kepolisian Daerah  (Mapolda) Riau, Jl. Patimura Kota Pekanbaru,  Senin (11/4/2022).

Dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL / B / 176 / IV / 2022 / SPKT / POLDA RIÀU, dijelaskan bahwa diduga terjadi pemalsuan dokumen Akte Lahir “pandi dion na nadia baptis kudus nomor  : 18/01.1/D.16/R.13/I/2021. An. Bella Tiana Samara Nababan” yang tidak sesuai dengan Akte Lahirnya. 

Keluar dari gedung SPKT Mapolda Riau  Lawyer Mirwansyah S.H.,  M.H., dan Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Dewi Arisanty langsung dimintai keterangan oleh awak media yang sudah menunggu sejak tadi diluar gedung. 

“Alhamdulillah puji syukur LP kita sudah diterima oleh pihak Polda Riau tentang dugaan pemalsuan dokumen akte lahir, dimana anak klien kami sebelumnya beragama Islam lahir dari mak dan bapak islam kemudian diganti agamanya menjadi Kristen ketika mantan istri berumah tangga lagi dengan Nababan tanpa izin dari pihak ayah kandung nya”, jelas Lawyer Mirwansyah S.H.,  M.H., panjang lebar. 

“Ada 3 alat bukti yang tadi disampaikan yang kedua adalah bukti sertifikat baptis yang didapat dari upload instagram pribadi JO mantan istri klien kami ditemukan ada kecocokan tanggal lahir disana tertulis 22 April 2016, ini sudah sangat keterlaluan seperti mempermainkan agama, ini akan di jerat pasal 263 KUHP”, tambahnya. 

Berikut bunyi Pasal 263 KUHP:

Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

“Dalam hal ini kami sebagai kuasa hukum tidak hanya melaporkan mantan istri klien kami saja termasuk suaminya sekarang dan beberapa pihak yang ikut melakukan proses hingga pertukaran nama dan agama anak dari klien kami turut juga masuk dalam laporan ini” , tegas Mirwansyah pemilik kantor hukum Lawyer Mirwansyah S.H., M.H., and partner. 

Kasus menarik ini tentu mendapat perhatian khusus dari Ketua Komnas PA Provinsi Riau Dewi Arisanty turun langsung ke Polda Riau yang selanjutnya akan mendatangi rumah kediaman El Balqis Salsabila Syah yang diasuh oleh ibu kandungnya  beralamat di Jalan Riau, awak media berhasil memintai keterangan dari Dewi Arisanty. 

“Ini pastinya sudah melanggar hukum Perlindungan Anak yang sudah dirubah UU Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, setelah ini kami akan langsung menemui mantan istri pelapor “EV” alias “JO” akan dimintai keterangannya terkait prosedur pengalihan agama anak dari islam ke Kristen  menurut kuasa hukum pelapor ini sudah melanggar hukum pidana, disini dapat juga diartikan bahwa adanya usaha untuk mengalihkan nama asal ayah kandung atau ayah biologis anak ke ayah sambungnya dan ini jelas-jelas melanggar”, ucap Dewi sapaan akrab Ketua Komnas PA Provinsi Riau ini. 

Saat ditanyakan kepada pelapor apakah sebelumnya pernah memberi kan izin melalui secarik kertas yang ditandatanganinya langsung   untuk mengganti nama ataupun agama anak kandungnya kepada terlapor? Irwansyah menjawab bahwa dirinya tidak pernah menandatangani atau memberi izin kepada mantan istrinya untuk menukar nama anak dan agama anak hasil perkawinan sah mereka berdua. 

“Saya tidak pernah menandatangani surat atau memberi kan izin untuk mengganti nama dan agama anak kami kepada mantan istri saya”, tegas Irwansyah. 

“Selama 8 bulan setelah resmi bercerai saya tidak diizinkan untuk melihat anak, saya sudah jalin komunikasi agar kami bisa mengajak anak untuk berkumpul dengan keluarga besar namun selalu ditolak dengan alasan yang tidak jelas dan tidak masuk akal menurut saya”, ujarnya lagi. 

Pelapor  sudah siap dengan segala tanggung jawabannya sebagai ayah jika hak asuh anak berada ditanganya termasuk memberikan nafkah materi dan siap menghadapi konsekwensi lainya. 

“Buat anak kandung sampai darah yang penghabisan pun saya siap untuk anak darah daging saya, walaupun konsekwensi nya yang akan dihadapi adalah naga pengusaha besar sampai presiden pun saya sudah siap”, imbuh Iwan sapaan akrabnya. 

“Tidak mungkin seseorang berani melanggar aturan yang jelas-jelas salah tanpa ada orang lain yang memback up dibelakang nya” , ujarnya. 

“Saya berharap dengan adanya laporan ini bersama tim kuasa hukum dan bantuan Komnas PA nama dan agama anak saya akan kembali seperti semula, untuk hak asuh saya ingin itu berada ditangan saya karna saya ingin mendidik anak sesuai dengan akhlak dan akidah agama kita yaitu islam”, tutupnya. 

Tampak Tim Kuasa Hukum Irwansyah Lawyer Mirwansyah S.H., M.H., bersama Ketua Komnas PA langsung bergerak menuju rumah ‘EV' alias ‘JO' usai ditemui awak media diluar gedung Mapilda Riau.(RC)

0 comments:

Posting Komentar