Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Selasa, 10 Mei 2022

Ayo Onam Merupakan Tradisi Turun Temurun Masyarakat Bangkinang


Kampar (SP) – Ayo Onam (Hari Raya Enam) dan Ziarah Kubur, merupakan tadrisi atau budaya masyarakat Bangkinang, yang dulunya Namanya Bangkinang Seberang. Demikian disampaikan Ketua Pemuda Dewan Dakwah Kampar Gustika Rahman SPdI yang juga merupakan Masyarakat Tanjung Pasir Sialang, Bangkinang saat melaksanakan Ziarah Kubur bersama masyarakat Tanjung, hari senin (09/10/2022).


Agus menjelaskan, Hari Raya enam atau ayi ayo onam ini merupakan tradisi turun temurun dari masyarakat Bangkinang tertutama masyarakat Tanjung. Pada hari raya ini, kita melaksanakan ziarah kubur di setiap Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada dilingkungan Tanjung bahkan yang berada diluar Tanjung, seperti Desa Pulau Lawas, Kampung Deling, Toluok, Pasir Sialang dan Teratak Domo (Tradom).


Setelah melaksanakan Ziarah Kubur, tardisi Masyarakat Tanjung mengadakan acara Makan Bajambau atau makan bersama di Masjid Baitul Makmur. Jambau atau hidangan makanan ini dibawak langsung oleh Masyarakat ke Masjid. Kaum laki-laki atau Bapak-bapak melaksanakan Ziarah Kubur, kaum perempuan atau ibu-ibu memasak dirumah, yang kemudian masakannya dibawa Kemasjid untuk makan bersama.


Suasana kekeluargaan meyelimuti nuansa hari raya enam (Ayo Onam). Yang mana masyarakat Tanjung yang berada diluar daerah balik kampung untuk bersilaturrahmi sambil berziarah kekuburan para kerabatnya. Sebelum dilaksanakan oyo onam, terlebih dahulu masyarakat melaksanakan puasa 6 hari beturut-turut, setelah hari raya idul fitri. Ada juga masyarakat yang melaksanakan puasa selang seling bahkan puasa setelah hari raya enam. Intinya, mereka puasa 6 hari dibulan Syawal, pungkas Agus. (OntuoDaus)


0 comments:

Posting Komentar