Polling Pilkada Sumbar 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Sabtu, 04 Juni 2022

SPOI-UNDP dan PT SIB Selenggarakan Pelatihan Pendamping Sertifikasi ISPO dan Sistem Kendali Internal untuk Pekebun Kelapa Sawit Se-Provinsi Riau

 




Pekanbaru  (sp  ) 

Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) program kerjasama United Nations for Development Programme (UNDP) dengan Kementerian Pertanian bersama Lembaga Pelatihan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Sertifikasi ISPO dan Sistem Kendali Internal (Internal Control System) untuk Petani Sawit Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, di Pekanbaru, 30 Juni-3 Juni 2022.


Direktur Utama PT SIB Andi Yusuf Akbar menjelaskan, kegiatan pelatihan pendamping petani dan koperasi ini bertujuan untuk membantu petani dan koperasi mendapatkan sertifikat ISPO, sekaligus mensosialisasikan ISPO sebagai standar produk kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.


"Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan negara-negara tujuan ekspor terhadap kredibilitas platform (ISPO) ini yang  telah mengakomodir berbagai isu (terutama lingkungan dan sosial) serta menyesuaikan dengan standar sertifikasi internasional (baik sistem, prinsip maupun kriteria)," kata Andi Yusuf saat pembukaan acara Pelatihan Pendamping Sertifikasi ISPO dan Sistem Kendali Internal (Internal Control System) untuk Petani Sawit Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, di Pekanbaru, Senin, 30/5/2022.


Diharapkan para peserta akan mentransfer ilmu dan pengetahuan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pendamping, sehingga mampu memenuhi persyaratan yang diamanatkan Permentan No 38 Tahun 2020.


Menurut Andi Yusuf, sektor pertanian sebagai salah satu sektor dengan pangsa terbesar dan sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.


"Sektor pertanian yang di dalamnya terdapat komoditas kelapa sawit turut berkontribusi dalam pemulihan perekonomian nasional," kata Andi Yusuf.


Dengan pangsa pasar lebih dari 58% kebutuhan minyak sawit dunia, Indonesia menjadi salah satu benchmark dalam bisnis komoditas ini. 


Masyarakat global juga menaruh banyak perhatian, terutama mengenai keberlanjutan produksi komoditas kelapa sawit, terutama yang terkait dengan isu lingkungan dan perusakan hutan.


Selain itu, untuk memastikan bahwa kelapa sawit di Indonesia telah memenuhi konsep keberlanjutan sesuai dengan SDGs, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk membangun ekonomi yang lebih hijau yang mendorong pertumbuhan, pemerataan, peningkatan mata pencaharian dan integritas lingkungan, termasuk di dalamnya. 


"Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan, antara lain Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia, termasuk Peraturan Menteri Nomor 38 Tahun 2020 sebagai produk teknis Perpres. 44 tahun 2020," jelasnya.


Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli dalam sambutannya mengatakan, Perkebunan kelapa sawit di Riau masih menghadapi berbagai kendala, diantaranya kebun yang masih ada di kawasan hutan dan rendahnya produktivitas.


"Padahal, perkebunan sawit merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Riau," kata Zulfadli.


Menurut nya, saat ini ada lebih dari 800 ribu Pekebun yang mengantungkan hidupnya dari perkebunan sawit.


"Bayangkan, jika satu keluarga memiliki 4 anggota keluarga, akan ada hampir separuh penduduk Riau yg hidup dari kelapa sawit," katanya.


Dia menambahkan, sawit juga masih terus menghadapi berbagai kampanye negatif dari negara negara asing.


"Sawit seperti penyebab kebakaran lahan dan kesehatan seperti kandungan  lemak jahatnya.( ontuo daus  )

0 comments:

Posting Komentar